Makanan ringan khas yang jarang ditemui – Dalam setiap perjalanan kuliner, kita sering kali menemukan makanan ringan atau jajanan khas yang sangat terkenal—misalnya kue cubit, onde-onde, atau pastel. Namun, di balik kepopuleran jajanan tersebut, masih banyak makanan ringan khas yang jarang ditemui, tersembunyi di gang sempit pasar tradisional atau hanya disajikan di waktu-waktu khusus.
Artikel ini akan mengajakmu menjelajahi makanan ringan unik dan langka dari berbagai daerah yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan cerita dan filosofi budaya lokal.
Makanan ringan khas yang jarang ditemui

Kenapa Makanan Ringan Khas Ini Layak Diangkat?
-
Langka tapi bersejarah: Banyak yang hanya dibuat di momen khusus atau mulai ditinggalkan generasi muda.
-
Bahan alami dan tradisional: Sebagian besar dibuat dengan teknik warisan turun-temurun.
-
Cocok untuk konten eksplorasi kuliner: Cocok dijadikan highlight vlog, artikel, atau konten sosial media karena keunikan bentuk dan cerita di baliknya.
1. Kue Rangi – Betawi
Kue kecil ini terbuat dari campuran kelapa parut dan tepung kanji, dibakar di cetakan khusus dan disiram saus gula merah kental. Sekilas mirip kue pancong, tapi teksturnya lebih kering dan renyah.
Kenapa jarang ditemui?
Karena penjualnya terbatas dan harus menggunakan cetakan arang tradisional, kue ini mulai langka di Jakarta.
2. Kue Karas – Aceh
Berasal dari daerah Pidie dan sekitarnya, kue karas berbentuk seperti bunga dengan tekstur renyah dan rasa manis lembut. Dibuat dari campuran tepung beras dan gula yang digoreng dalam cetakan anyaman khusus.
Unik karena:
Hanya bisa ditemukan saat acara adat, seperti kenduri atau pernikahan.
3. Lepet Jagung – Jawa Tengah
Berbeda dari lepet pada umumnya, lepet jagung dibuat dari campuran jagung muda yang diparut, kelapa, dan sedikit gula, lalu dibungkus daun jagung dan dikukus. Rasanya gurih-manis dan sangat khas.
Mengapa langka?
Biasanya dibuat oleh warga lansia di desa dan tidak dijual di pasar modern.
4. Roti Gambang – Jakarta & Kalimantan
Roti tradisional berwarna coklat tua dengan rasa manis rempah dan taburan wijen. Teksturnya padat dan agak keras, cocok disantap dengan kopi atau teh.
Jarang ditemukan karena:
Banyak digeser oleh jajanan modern dan hanya diproduksi oleh toko roti lawas tertentu.
5. Cucur Gula Merah – Kalimantan Selatan
Cucur biasanya dikenal di banyak daerah, tapi versi Banjar memiliki ciri khas: bentuknya lebih bulat dan bagian tengahnya sangat lembut. Digoreng dengan teknik khusus agar bagian pinggirannya tipis dan renyah.
Keistimewaannya:
Tidak semua bisa membuat versi ini dengan sempurna; butuh teknik suhu minyak yang tepat.
6. Arem-Arem Isi Tempe Bacem – Yogyakarta
Mirip lemper tapi terbuat dari nasi biasa, dibungkus daun pisang dan diisi tempe bacem manis gurih. Sering muncul di acara hajatan, tapi jarang dijual bebas.
Mengapa layak dicari?
Arem-arem ini menyatu dengan rasa khas tempe bacem Jogja, memberikan cita rasa nostalgic khas pedesaan.
7. Doko-Doko Cangkering – Sulawesi Selatan
Jajanan ini berasal dari suku Bugis, terbuat dari tepung beras ketan yang dibungkus daun pisang dan dikukus, lalu disiram kuah santan manis.
Kenapa unik?
Dibuat secara musiman, biasanya saat panen atau pesta adat.
8. Kue Satu – Jawa Barat
Kue kecil berbentuk kotak atau bunga ini terbuat dari kacang hijau yang dihaluskan dan dipadatkan. Rasanya manis dan mudah hancur di mulut, mirip biskuit pasir.
Semakin jarang karena:
Membutuhkan proses pengeringan alami dan tidak tahan lama untuk disimpan.
9. Wajik Klethik – Jawa Timur
Berbeda dari wajik biasa, wajik klethik dibuat dari beras ketan yang dimasak bersama gula kelapa dan kelapa parut, lalu dibentuk pipih. Saat dimakan, terdengar bunyi ‘klethik’ dari bagian pinggirnya yang mengeras.
Menarik karena:
Wajik ini punya kontras tekstur yang unik: kenyal di tengah, keras di pinggir.
10. Ampyang Kacang – Solo & sekitarnya
Camilan manis terbuat dari kacang tanah dan gula merah yang dilelehkan lalu dicetak pipih. Cita rasanya sederhana tapi bikin nostalgia.
Semakin sulit ditemukan karena:
Persaingan dari camilan pabrik dan kurangnya regenerasi pembuatnya.
Tips Menemukan Makanan Ringan Langka Ini
-
Kunjungi pasar tradisional pagi hari: Banyak makanan ringan khas hanya dijual saat pagi dan cepat habis.
-
Tanya warga lokal atau tetua desa: Biasanya mereka tahu di mana pembuat rumahan masih memproduksi jajanan ini.
-
Ikut festival budaya atau acara adat: Makanan seperti ini sering muncul di momen khusus seperti perayaan daerah.
-
Gunakan jasa pemandu lokal atau komunitas travel: Beberapa komunitas punya rute khusus eksplorasi kuliner rumahan.
Kesimpulan
Makanan ringan khas yang jarang ditemui bukan hanya soal rasa yang lezat atau bentuk yang unik. Lebih dari itu, jajanan-jajanan ini adalah penjaga warisan budaya, pembawa cerita dari masa lalu, dan pengingat betapa kayanya khazanah kuliner Nusantara maupun Asia.
Dengan mencarinya, mencicipinya, bahkan membagikannya lewat vlog atau media sosial, kamu ikut menjaga agar makanan ringan khas ini tidak hilang ditelan zaman.